Tentang Prioritas Utama

Mendung dibersamai oleh angin mengetuk kisi-kisi jendela kaca, lembab tersapu kebas menyelisik tengah hari di hari terakhir pekan-sekaligus tahun ini

Jogja selalu ramai, apalagi musim liburan yang kerap kau jumpai akhir pekan,

Sudah sekitar lima menit lebih duapuluh sembilan per duapuluh delapan detik aku berdiri,bergelantungan tepatnya, di commuter line 1B, masih bersama diriku sendiri dan tempias gerimis,
Tengkukku kugerakkan perlahan, menoleh ke kanan-kiri merupakan hal yang cukup melegakan,
Masih di 'pergelantungan' dekat pintu masuk otomatis yang tiap berhenti di halte akan mengeluarkan desis ringan yang kuhafal, ternyata ada pula bapak-bapak 'bergelantung' menggendong bayi perempuannya berbaju merah menyala seperti gadis cilik akan merayakan tahun baru Cina, tepatnya beliau di sebelah tiga orang di sebelahku,

Lampu merah mendadak didepan, rem mendecit menyentakku secara tak perlahan, bayi kecil berbaju merah bapak itu terbangun kaget karena hentakan,
-tangis pecah kemudian

Aku memadang sekitaran, tepat di depan bapak itu kursi dipenuhi oleh mbak-mbak kuliahan dengan jam tangan keemasan, (mungkin) temannya mbak-mbak kuliahan yang sedang sibuk scrolling instagram, kemudian sebelah-sebelahnya tak terlalu kelihatan,
Aku meyakinkan diri sendiri perihal prioritas kursi,
-Difabel, lanjut usia, ibu hamil, dan orangtua yang menggendong anak-keterangan itu juga tertempel di kaca sebelah dalam badan bus, dekat dengan tap pembayaran

Jika saja aku sedang duduk saat itu, bapak-bapak dengan bayi perempuan berbaju merah yang menggemaskannya itu sudah terlebih dahulu kupersilakan duduk, tapi apa daya sedari tadi aku masih menggelantung dengan tangan satu, sehingga mungkin keringat di ketiak kananku sudah mengering diterpa AC bus yang berbadan biru,

Sial! Jarakku dengan mbak-mbak kuliahan itu terlampau jauh, terlebih dengan desak penumpang,
Aku-yang ingin mengingatkannya prioritas utama kursi-menangguhkan diri, agak bergeser ke arah mbak-mbak kuliahan tadi, dengan tangan siap menepuk pundak mbak-mbak kuliahan yang sekarang sedang memandang lurus ke arah luar, mungkin teringat bajunya yang belum diangkat dari jemuran-
"Mb....."
-Pemberhentianku tepat didepan,
Aku mendesis, pengecut, tingkahku entah lebih tepat kurutuk atau kukutuk

Untuk semuanya saja, tolong ingat prioritas utama saat kalian berkendara, terutama transportasi publik, atau saat menunggu sesuatu maupun berada di fasilitas umum,

1. Lanjut usia
2. Wanita hamil
3. Disabilitas
4. Orang dewasa yg menggendong balita

Oiya, kalau ada yang kiranya belum tahu, jangan malu untuk membagi ilmu, dan saat iberi tahu jangan sok tak mau tahu, yu bikin Indonesia sadar yu

Masih gerimis, Yogyakarta
30 Desember 2018

Komentar