Mimpiku Hilang Satu

Aku kecil, aku besar, aku-kapanpun, selalu percaya pada mantra-mantra mimpi,

Eh, mau kuberitahu, tentang mimpiku salah satu?
-tapi jangan menertawakanku ya, aku pernah jadi bulan bulanan bahan tertawaan kemarin kumpul lebaran,

Kebun binatang!!!

Mohon maaf? Maksudnya?

Yakk, aku sangat ingin-salah, suka, berkunjung ke kebun binatang, menemui bermacam jenis binatang-ya iyalah, kan namanya kebun binatang!!

Waktu umur umur aku sedang gemar-gemarnya mengeja, aku dan babeh tercinta kurang memiliki waktu bersama, pun juga ibu dan anggota keluarga lainnya, aku lebih sering ditinggali buku bacaan bergambar warna-warni bersama nenek yang ubannya telah melahap usianya-aku tetap cinta mereka
-salah satu bukunya adalah buku bersampul tebal dan mengilap dari WWF, tentang Badak kecil yang dipisahkan dari induknya dan dipindahkan ke daerah penangkaran di daerah lain, kemudian ada pula buku tentang Harimau Sumatera yang diburu demi mantel bulu, ada pula tentang Elang Jawa dan kawan-kawannya,

Mungkin karena sedari kecil aku mendapat asupan 'kebinatangan', mengunjungi kebun binatang merupakan sebuah kesenangan-hingga sekarang,

Tapi mimpiku sekarang dan yang akan datang tak main-main, Aku ingin mengunjungi kebun binatan di seantero dunia, rasanya ngidam memegang dahi beruang kutub dan bersalaman dengan pinguin, atau memeluk panda asli dari Cina,
-Ibukku tertawa, saat aku menceritakannya,

Tapi, entah sejak kemarin atau tahun lalu,
Mimpiku ini tak menggebu,
-Aku, malu

Sorot mata binatang di sela jeruji-jeruji, pagar besi yang tinggi mengiba, membuatku tertawa saja tak bisa,
Punggungku resah berbaring, memikirkan apakah malamnya makanan mereka siap tersedia? Ataupun perihal mereka diperlakukan sebagaimana mestinya,

Belum lagi berbagai pertunjukan hewan-hewan yang dengan dalih 'menghibur' yang pada kenyataanya malah membuat hewan-hewan-yang bahkan tak tahu dari belahan dunia mana dia berasal-berasa mainan, dengan leluasanya diperalat hanya untuk mempertebal kantung-kantung dompet milik pihak tertentu,

Lantas pupuslah mimpiku satu-salah, bukan pupus, tapi menjelma menjadi dimensi yang berbeda dari itu, aku masih senang terhadap perihal kebun binatang dan segala pernik di dalamnya, tapi mimpiku tidak lagi berlabuh di sana, kini lebih mengudara,

Karena aku ingin esensi hidupku bukan hanya mengamati mereka diluar teralis besi, tapi ikut memberikan arti, entah dalam aksi maupun petisi,
Besok entah lusa, aku yang akan berlari mendekap bayi-bayi orangutan yang hangus tempat tinggalnya, jua keluarganya, memastikan kehidupan mereka layak seperti sedia kala,
Besok entah tahun berapa, aku akan-setidaknya-memberikan esensi kemanusiawian yang kita tanggalkan,
Besok entah aku umur berapa,aku harap kita dengan kemajemukan latar belakang kita bisa lebih peduli terhadap sesama makhlukNya,

Karena aksi nyata tak harus seragam mukanya
Besok entah kapan-doakan saja

Selepas PAS hari terakhir-perjalanan pulang dalam bus Jogja-Semarang,
7 Desember 2018

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer