Jantungku seperti Bom yang Meledak sesukanya

dadaku meletup
dengan detak yang tak karuan
dengan ritme yang tidak diagendakan
layaknya bom yang jatuh pada nadi milik anak-anak 
yang belum sempat berpamitan pulang
pada simpang jalan
Gaza menuju selatan

aku ingin menikam suaranya


jantungku terus berdegup dengan tak karuan
selayaknya dentuman yang tak pernah dirindukan
penuh kebingungan
tiba-tiba menjerat malam
untuk ikut diam

tanganku menjamahnya dalam-dalam
berusaha menemukan saklar penghidup miliknya yang tak kunjung kelihatan bentuknya

agar bisa ku beredel

aku merasakan perutku diaduk oleh beribu-ribu ketidakpastian
aku merasakan aku ditinggalkan untuk kehidupan

oleh jantung
oleh bom
yang merampas apa yang sebelumnya ada di sana

Komentar

Postingan Populer